HUT RI KE-76

Wibisono & Ketua GAAS Kota Medan : Kutuk Keras Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar


MMO | www.matamedia.online Jakarta, Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021) dinilai sebagi bentuk penghinaan berat terhadap prinsip fundamental hak asasi manusia (HAM).

Menurut Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan penyerangan dan pembunuhan secara sengaja terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak yang sedang menjalani kehidupan sehari-hari tidak pernah dapat dibenarkan. Termasuk dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

Sementara itu pengamat militer dan Pertahanan Wibisono mengutuk pelaku bom bunuh diri ini, dan diduga ada dalang di balik peristiwa ini, karena apapun alasannya tidak dibenarkan oleh agama, dan ini pelanggaran berat HAM.

" Saya mengutuk keras atas peristiwa bom bunuh diri tadi siang di gereja katedral Makassar, aparat hukum harus cepat menyelidiki kejadian ini, dan dalangnya harus dihukum berat, karena ini pelanggaran HAM berat," ujar Wibisono menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta Minggu sore (28/03/2021).

Diduga pelaku bom bunuh diri adalah jaringan terorisme yang masih tersisa, seperti yang terjadi di Gereja Surabaya tempo lalu, atau jaringan teror yang sudah terlatih.

"Saya berharap pihak aparat segera mengindetifikasi pelaku bom bunuh diri dan bisa membongkar jaringan terorisme ini, karena sebentar lagi kita memasuki bulan puasa dan idul Fitri, jelas akan menganggu ibadah umat Islam," pungkasnya.

Ahmad Bakri Syahputra S.E Ketua GAAS (Gerakan Advokat dan Aktivis) Kota Medan mengungkapkan Kejadian ini harus segera cepat ditangani karena akan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Saya juga menghimbau masyarakat agar tetap kondusif menjalani aktivitas seperti biasa jangan sampai menimbulkan ketakutan yang berkepanjangan karena bisa menghambat kegiatan seperti biasa.

Biarkan para aparat terkait yang menanangi kasus ini. Harapan saya semoga pelaku cepat ditangkap dan kondisi negara ini aman serta kondusif seperti semula. Tutupnya [red.zuhdi]

Subscribe to receive free email updates: