HUT RI KE-76

Sambangi Dewan Pers, Aliansi Pemuda Peduli Sepakbola Indonesia (APPSBI) Desak Bekukan Media Bodong Mbah Coco


MMO | www.matamedia.online Jakarta - Puluhan massa aksi dari Aliansi Pemuda Peduli Sepakbola indonesia (APPSBI) mempertanyakan kinerja dewan pers yang masih absen evaluasi di internal Insan Pers, Kamis (1/42021).

Massa aksi mempertanyakan tugas pokok dan fungsi kontrol dewan pers terhadap media yang tidak memilik legalitas dan keabsahan hukum.

Koordinator Lapangan, Ivand W mengatakan, pihaknya mengaku prihatin atas kondisi Pers saat ini dalam menjalankan tugas nya, pasalnya ada media bodong dan oknum yang mengaku wartawan senior tetapi memprovokasi di laman-laman media.

"Terbukti dengan beredar media bodrex seperti Cocomeo News atau mbah coco yang menyabarkan fitnah atas tuduhan yang tak berdasar dan ini sangat berdampak pada dunia sepak boleh Indonesia," Kata Ivand Wakano saat aksi di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat , Kamis (04/01).

Dalam aksi ini, massa mendesak agar Dewan Pers segera bekukan media yang tak memilik dasar hukum yang jelas lebih detail Media Mbah Coco tersebut, pasalnya telah telah melanggar kode etik jurnalis dan mengabaikan asas Cover Both Side ini akan berimplikasi negatif terhadap pilar demokrasi kita.

"Media Mbah Coco pasalnya telah melanggar kode Etik jurnalis dan mengabaikan asas Cover Both ini akan berimplikasi negatif terhadap pilar Demokrasi kita," Tutur Ivand.

Sederet berita Hoax yang di publis mbah coco bisa kita akses di media-media online, namun tidak ada fakta hukum, sekali lagi kami tegaskan ke Dewan Pers sebagai lembaga independen dan pilar demokrasi untuk bekukan Media Mbah Coco yang mengaku wartawan senior itu.

"Kami tegakan ke Dewan Pers sebagai lembaga Independen dan pilar demokrasi untuk bekukan Media Mbah Coco yang mengaku wartawan senior itu," Tutup Ivand. [red.iqmal]

Subscribe to receive free email updates: